Breaking News
Loading...
Sabtu, 21 November 2015

Makna Cita-cita di Balik Skripsi

Haloo kawan... kembali lagi bersama cerite blog, dalam pekan cuaca yang lumayan panas ini, saye kembali lagi menjelma menjadi seorang penulis hura-hura yang membagikan cerite-cerite pengalaman hidup dan cerite yang berdasarkan pengamatan sosial yang luar biase.
Berdasarkan basa-basi diatas, saya ingin mengutarakan sedikit tentang makna cita-cita dan untuk apa kegunaan nya.
Simak cerite dibawah ini.

Disuatu senja terlihat seorang pemuda dengan pandangan sayu dan monoton ke arah laptop, dengan kagum saya melihat lentik jemarinya lincah dalam menjajal setiap huruf yang disajikan oleh laptopnya.
Kebetulan pada saat itu saya berada di suatu tempat tongkrongan hotspot. Mata ini tak berkedip melihat aksi pengetikan yang luar biasa pada saat itu.

Baca Juga: Motivasi Kejujuran Dalam Skripsi

Hal tersebut membuat saya semakin kagum ketika mengetahui dari seorang kerabat saya, bahwa pemuda tersebut merupakan salah satu mahasiswa senior ditempat kami kuliah.
Akan tetapi yang menjadi pertanyaan besar saya sebagai pengamat, mengapa kakak senior itu belum menyelesaikan kuliah?

Padahal saya pada saat itu sudah beranjak disemester 7 mendekati semester akhir. Lalu terbesit pikiran, bahwa mungkin kakak ini banyak mengulang mata kuliah, sehingga belum bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Akan tetapi dikarenakan rasa penasaran yang hebat. Saya pun memberanikan diri untuk menyapa nya dan mengajaknya bercengkrama.


Selang 1 jam pembicaraan tersebut, saya kembali terenyuh mendengar dari sekian banyak cerita yang saya dengar oleh nya. Ternyata alasan dia belum menuntaskan skripsi bukan dikarenakan banyak nya mata kuliah yang tertinggal, tetapi karena mempunyai prinsip bahwa dia akan segera maju sidang skripsi, jika cita-cita nya untuk menjadi penulis dan menjadi blogger yang menghasilkan uang dapat tercapai.

Pada saat itu saya masih bingung apa itu blogger dan apa sih kegiatan-kegiatannya.

Terus saya bertanya lagi, apakah kakak sudah menyelesaikan tahapan-tahapan skripsinya? Karena  kakak senior tadi menjelaskan akan maju sidang skripsi jika apa yang di cita-citakan melalui menjadi seorang blogger dapat terpenuhi dan menghasilkan. Lalu kakak senior tersenyum, lalu dia pun menjelaskan...
Bahwa semua berkas skripsi sudah saya siapkan, segala biaya administrasi telah siap.

Lalu dengan lebih penasaran lagi saya bertanya.
Terus mengapa kakak tidak maju sidang skripsi sembari melakukan aktivitas blogging?

Lalu dengan tunduk haru sekaligus malu, kakak tersebut berkata.
Pembimbing 1 saya lagi keluar kota dek.. jadi saya harus menunggu selama 2 bulan lamanya. Pada saat mendengar klarifikasi kakak senior tersebut. Saya pun langsung beranjak dari meja kakak tersebut. Dan saya merasa seperti orang dongo. Hahahahahaha.

Sekian cerite rakyat kali ini, semoga buat anda yang membaca dapat memetik hikmah dan intisari dari cerite tersebut.
Akhir kata. Terima kasih. :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer