Hello kawan... kali ini saya akan kembali berbagi cerita, berhubung minggu depan tepatnya hari kamis 26 November 2015 saya akan maju untuk sidang skripsi.
Jadi untuk kali ini dan kedepannya saya akan berbagi cerita tentang dunia dan tahapan keluhan mahasiswa yang sedang menjalani skripsi. Baiklah, saya akan berbagi pengalaman kepada anda-anda semua yang lagi galau karena tahapan dan tantangan skripsi.
Perlu anda ketahui bahwa skripsi merupakan kewajiban tugas akhir yang harus dilalui oleh mahasiswa strata1 atau S1, pahit, manis, haru, dan kemungkinan ada senangnya bercampur menjadi nano-nano.
Banyak mahasiswa yang mengeluh terkait dengan tahapan skripsi yang begitu menyiksa batin, termasuk saya sendiri mengalami nya.
Belum lagi menyesuaikan pemikiran dari masing-masing pembimbing skripsi, yang 1 bilang A, yang 2 bilang B, dan masih banyak lagi yang harus kita sesuaikan oleh masing-masing pemikiran pembimbing yang membuat kita ingin keluar dari gejolak ini.
Akan tetapi banyak hikmah dan pembelajaran yang bisa kita petik setelah kita melalui tahapan skripsi, yang pertama kita secara tidak langsung belajar dengan yang namanya kesabaran, karena kesabaran yang tinggi merupakan sebuah ilmu tersirat yang baik dalam pendewasaan diri.
Baca Juga: Makna Cita-cita di Balik Skripsi
Yang kedua, kita secara tidak langsung mendalami secara terstruktur bagaimana cara berdiplomasi yang baik terhadap orang maupun rekan kerja kita kelak.
Yang ketiga, kita tidak menyadari, bahwa mahasiswa yang bertahan dengan mengerjakan skripsi secara jujur dan baik, telah menerapkan sifat rela berkorban yang sangat baik diluar kemampuan kita, karena kita sadar, sudah berapa lama waktu produktif yang terbuang ketika melalui tahapan skripsi, sudah berapa dana yang kita kucurkan dalam proses pembuatan skripsi, sudah berapa janji yang kita batalkan terkait dengan proses skripsi, sudah berapa kali ibadah wajib kita sebagai umat beragama yang kita tinggalkan, dan masih banyak lagi hal-hal yang kita korbankan demi mendapatkan 3 digit gelar diujung nama kita.
Banyak yang berkata, untuk apa mengerjakan skripsi dengan jujur dan baik, toh yang menentukan masa depan kita kelak adalah pekerjaan yang kita dapatkan.
Pernyataan di atas tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar.
Akan tetapi esensi dari apa yang kita kerjakan dan belajar selama menjadi mahasiswa adalah untuk tanggung jawab. Baik itu tanggung jawab kita kepada amanah orang tua yang membiayai kita pontang-panting untuk kuliah dan tanggung jawab terhadap diri sendiri terhadap apa yang kita pilih.
Coba kita renungkan untuk apa kita kuliah? Apakah anda100% yakin bahwa anda benar-benar paham dengan ilmu yang anda dapatkan selama kuliah?
Pertanyaan tersebut hanya kita sendiri yang bisa menjawab, bukan orang lain. Anda setuju?
Sekian cerita kali ini, yang membahas seputar mahasiswa dan skripsi.
Semoga dengan anda membaca cerita diatas, dapat membuat anda termotivasi untuk bertahan dalam kejujuran melalui tahapan skripsi, sehingga dapat menyelesaikan skripsi tanpa beban. Amin.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Saya sangat setuju mas, dengan berlaku jujur dalam perjuangan tentu akan menghasilkn suatu prestasi yang luar biasa sekaligus memenuhi tanggung jawab yang di piikul...
BalasHapusSelamat berjuang mas semoga lancar
wah sudah skripsi aja gan, gw baru semester 1 :v wkwkwk
BalasHapusWah pasti sesorang kagak ada yang sempurna ya, itu juga seblaiknya bahwa kuliah itu ngk juga kita bisa memahami semuanya
BalasHapusWah... artikel yang bagus, dan bisa termotivasi untuk tidak menyerah...
BalasHapusMenurut saya, pernyataan diatas yang berbunyi " untuk apa mengerjakan skripsi dengan jujur dan baik, toh yang menentukan masa depan kita kelak adalah pekerjaan yang kita dapatkan" itu salah .
BalasHapusyang menentukan masa depan kita itu diri kita sendiri, kalo diri kita jujur dan baik maka pasti masa depan kita juga akan lebih baik . dan juga berlaku sebaliknya .
Sangat bermanfaat nih untuk yang mau nyusun skripsi (y)
BalasHapusberbuat jujur itu sulit ya gak ?
BalasHapus