Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi? Sepertinya kalimat tersebut merupakan penggalan dari salah satu lagu terkenal di indonesia.
Kesepian diri ini memang tidak bisa di bendung, melihat kesibukan yang melanda sang kekasih.
Akan tetapi semangat doa selalu berdampingan ketika menyebut dia, semoga sehat selalu bersilaturahmi di diri kamu.
Sengsara batin ini ketika gemetar lidah menyebut rindu.
Berharap kamu mendengar, dan serentak mengingat apa yang pernah kita lakukan dan apa yang belum kita inginkan.
Baca Juga: Kekinian Yang Telah Menjadi Mainstream
Pernah terbesit akan berpindah ke lain hati, namun tak mungkin untuk menampar hati.
Sejauh mana pun kamu tersesat dan tidak tahu jalan kembali, sejauh itu pula rasa keinginan berpindah hati akan terhapus pergi.
Sepertinya kesetiaan ini telah mematahkan keraguan dan nafsu duniawi untuk meninggalkan mu.
Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kekuatan dalam setiap Doa yang ku haturkan kepada nya.
Semoga doa ini mengantarkan kebaikan buat kamu sayang.
Aku akan menunggu di tempat biasa, yang kita anggap mahkota kedamaian dan kebersamaan.
0 komentar:
Posting Komentar